gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri

Polatidur membaik diberi kode L.05045 dalam SLKI. Pola tidur membaik berarti keadekuatan dan kuantitas tidur membaik. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa pola tidur membaik adalah: Keluhan sulit tidur menurun; Keluhan sering terjaga menurun; Keluhan tidak puas tidur menurun; Keluhan pola tidur berubah menurun; Keluhan istirahat tidak cukup menurun diagnosayang teratasi : nyeri akut berhubungan dengan inflamasi paru dan batuk menetap, dan gangguan pola tidur berhubungan dengan sesak napas dan batuk. Disamping itu ada 3 diagnosa yang teratasi sebagian : brsihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret, sekret kental, risiko tinggi Gangguanpola tidur berhubungan dengan faktor fisiologis, psikologis, dan lingkungan. 2. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik. 3. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan faktor fisiologis. 4. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit. 5. Ansietas berhubungan dengan faktor psikologis. 9. Rencana Asuhan Keperawatan Diagnosa Tujuan Denganmenjaga pasien di siang hari, tidur di malam hari dapat kembali. Kaji pasien untuk keluhan atau tanda-tanda nyeri, dyspnea, nokturia atau kram. Rasional : Mungkin penyebab sering terbangun dan gangguan siklus tidur. Pantau obat-obatan pasien, penggunaan alkohol (jika ada), dan kafein. 9 Diagnosis a. Gangguan pola tidur berhubungan dengan kerusakan transfer oksigen, gangguan metabolisme, kerusakan eliminasi, imobilisasi, nyeri pada kaki, lingkungan yang mengganggu. b. Cemas berhubungan dengan ketidakmampuan untuk tidur, henti nafas saat tidur. c. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan insomnia. 10. Frau Will Sich Mit Mir Treffen. Gangguan tidur adalah kelainan pada pola tidur seseorang. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan kualitas tidur yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan penderitanya. Gangguan tidur dapat ditandai dengan mengantuk di siang hari, sulit tidur di malam hari, atau siklus tidur dan bangun tidur yang tidak teratur. Gangguan tidur yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit lain, seperti hipertensi dan penyakit jantung. Jenis dan Penyebab Gangguan Tidur Berdasarkan bentuk kelainan atau gejalanya, gangguan tidur terbagi dalam beberapa jenis. Di bawah ini adalah beberapa jenis gangguan tidur yang sering terjadi 1. Insomnia Insomnia adalah kondisi ketika seseorang sulit tidur atau butuh waktu yang sangat lama sampai bisa tidur. Insomnia dapat disebabkan oleh kebiasaan sebelum tidur yang tidak baik, gangguan mental, restless legs syndrome, atau penyakit tertentu salah satunya gangguan kelenjar pineal. 2. Hipersomnia Hipersomnia adalah kondisi ketika penderitanya tidur sangat panjang sehingga penderitanya selalu mengantuk di siang hari. Ada berbagai hal yang berpotensi menyebabkan hipersomnia atau tidur berlebihan, salah satunya adalah depresi. 3. Tidur berjalan Penyakit tidur berjalan sleepwalking dalam istilah medis disebut somnabulisme. Penderita kondisi ini sering bangun, berjalan, atau melakukan berbagai kegiatan dalam keadaan tidur, tetapi ia tidak menyadari apa yang dilakukannya. Kondisi ini bisa dialami oleh orang dewasa dan juga anak-anak. 4. Nightmare mimpi buruk Mimpi buruk terjadi saat otak menyebabkan seseorang memimpikan hal-hal yang meresahkan. Belum diketahui mengapa kondisi ini terjadi. Namun, mimpi buruk pada anak diduga dipicu oleh rasa cemas atau takut bila jauh dari orang tuanya. 5. Sleep terror teror tidur Teror tidur lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama yang berusia 4–8 tahun. Penderita teror tidur dapat tampak ketakutan hingga berteriak ketika tidur. Pada anak, kondisi ini dapat dipicu oleh kelelahan atau demam. Gejala Gangguan Tidur Ada berbagai gejala yang dialami oleh seseorang yang menderita gangguan tidur, antara lain Bangun dan tidur di waktu yang tidak teratur Sulit tidur di malam hari Gerakan tungkai yang tidak disengaja saat ingin tertidur Irama napas yang tidak normal saat tidur Ketakutan, bermimpi buruk, berteriak, atau berjalan ketika tidur Kebiasaan mendengkur, tersedak, mengertakkan gigi, atau berhenti bernapas sesaat, ketika sedang tidur Sering terbangun saat sudah tertidur dan sulit untuk tidur kembali Tidak dapat menggerakkan badan ketika bangun tidur Sering mengantuk di siang hari sehingga dapat tiba-tiba tertidur di waktu yang tidak wajar, misalnya saat mengemudi Kesemutan atau sensasi yang menjalar di tangan dan kaki Lemah otot, badan lemas, atau sering merasa lelah Kapan harus ke dokter Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gangguan tidur, terutama bila sudah mengganggu kegiatan sehari-hari. Berikut adalah hal-hal yang perlu diwaspadai dan dikonsultasikan ke dokter Tertidur ketika sedang mengemudi Sulit terjaga ketika sedang menonton televisi atau membaca buku Sulit berkonsentrasi saat di sekolah, kantor, atau di rumah Penurunan performa di tempat kerja atau sekolah Sulit mengingat sesuatu Lambat dalam merespons sesuatu Diagnosis Gangguan Tidur Dokter akan menanyakan pola tidur pasien, meliputi berapa lama waktu tidur, apakah sering terbangun ketika sedang tidur, atau apakah sering tertidur ketika sedang beraktivitas di siang hari. Dokter juga dapat bertanya tentang kebiasaan pasien saat tidur pada teman sekamar atau keluarga pasien. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien memiliki masalah emosional, pernah atau sedang menderita penyakit tertentu, atau sedang menggunakan obat-obatan yang dapat menurunkan kualitas tidur. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk memeriksa saluran pernapasan pasien, seperti hidung, mulut, atau tenggorokan. Selanjutnya, dokter dapat melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang, seperti Polisomnografi atau sleep study, untuk menganalisis level oksigen, gerakan tubuh, dan gelombang otak ketika tidur Electroencephalogram EEG, untuk mengukur aktivitas listrik di otak Tes darah, untuk mendiagnosis penyakit tertentu yang dapat menyebabkan gangguan tidur. CT scan, untuk mendeteksi kelainan di otak yang menyebabkan gangguan tidur Pengobatan Gangguan Tidur Cara mengobati gangguan tidur tergantung pada penyebabnya. Di bawah ini adalah beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur 1. Perubahan gaya hidup Pada dasarnya, penerapan pola hidup sehat dapat meningkatkan kualitas tidur seseorang. Beberapa bentuk gaya hidup sehat yang dapat dilakukan adalah Mengonsumsi lebih banyak makanan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan Membatasi asupan gula dengan mengurangi konsumsi cemilan yang manis Berolahraga secara rutin Mengelola stres dengan baik Membuat jadwal tidur harian dan menaati jadwal tersebut dengan disiplin Mengurangi konsumsi kafein, terutama pada sore dan malam hari Mengurangi konsumsi minuman beralkohol Menghentikan penggunaan HP setidaknya 30 menit sebelum tidur untuk menghindari dampak negatif HP terhadap kualitas tidur Tidak merokok Menjauhi kebiasaan tidur sepanjang hari pada hari libur, karena dapat mengubah pola tidur di hari kerja 2. Psikoterapi Salah satu contoh psikoterapi yang dapat dilakukan adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir penderita gangguan tidur. 3. Penggunaan alat khusus ketika tidur Pada penderita hipersomnia, dokter mungkin akan menganjurkan penggunaan alat khusus ketika tidur. Alat tersebut terdiri dari masker oksigen yang tersambung ke alat yang dinamakan continuous positive airway pressure CPAP. Terapi CPAP berguna untuk membuat saluran pernapasan tetap terbuka. 4. Obat-obatan Obat-obatan yang biasa diberikan oleh psikiater untuk mengatasi gangguan tidur antara lain Obat penenang Obat antidepresan Komplikasi Gangguan Tidur Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi ketika seseorang menderita gangguan tidur, di antaranya Penurunan libido Munculnya keriput dan kantung mata Sering lupa Berat badan meningkat Penurunan konsentrasi, kemampuan penalaran, dan pemecahan masalah, sehingga sulit membuat keputusan Penurunan prestasi di sekolah atau performa di tempat kerja Gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan umum Kecelakaan saat bekerja atau berkendara akibat menurunnya kewaspadaan Peningkatan risiko terkena penyakit, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung Pencegahan Gangguan Tidur Gangguan tidur dapat dicegah dengan beberapa cara berikut Menciptakan lingkungan yang baik untuk tidur Menghindari alkohol, kafein, dan rokok Tidak bekerja hingga larut malam Tidur sesuai jadwal Berolahraga rutin DEFINISIGangguan pola tidur diagnosa sdki merupakan diagnosa keperawatan yang ditegakkan pada pasien yang mengalami gangguan pola pola tidur merupakan gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternalPENYEBABHambatan lingkungan mis. Kelembapan lingkungan sekitar, suhu lingkungan, pencahayaan, kebisingan, bau tidak sedap, Jadwal pemantauan/pemeriksaan/tindakanKurang kontrol tidurKurang privasiRestrain fisikKetiadaan teman tidurTidak familiar dengan peralatan tidur TANDA DAN GEJALAGejala dan Tanda MayorSubjektifMengeluh sulit tidurMengeluh sering terjagaMengeluh tidak puas tidurMengeluh pola tidur berubahMengeluh istirahat tidak cukupObjektif tidak adaGejala dan Tanda MinorSubjektif Mengeluh kemampuan beraktivitas menurunObjektif tidak tersediaKONDISI KLINIS TERKAITNyeri/kolikHipertiroidismeKecemasanPenyakit paru obstruktif kronisKehamilanPeriode pasca partumKondisi pasca operasiSumber Buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia SDKI Edisi 1 tahun 2016. Dewan Pengurus Pusat PPNI. Jakarta. Aktivitas dan Istirahat Gangguan Pola Tidur. 394 total views, 1 views today Gangguan Pola Tidur. Definisi Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal Penyebab Hambatan lingkungan mis. kelembapan lingkungan sekitar, suhu lingkungan, pencahayaan, kebisingan, bau tidak sedap, jadwal pemantauan/pemeriksaan/tindakan Kurang kontrol tidur Kurang privasi Restraint fisik Ketiadaan teman tidur Tidak familiar dengan peralatan tidur Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Objektif Mengeluh sulit tidur tidak tersedia Mengeluh sering terjaga Mengeluh tidak puas tidur Mengeluh pola tidur berubah Mengeluh istirahat tidak cukup Gejala dan Tanda Minor Subjektif Objektif Mengeluh kemampuan beraktivitas menurun tidak tersedia Kondisi Klinis Terkait Nyeri/kolik Hypertirodisme Kecemasan Penyakit paru obstruktif kronis Kehamilan Periode pasca partum kondisi pasca operasi Tautan Luaran Gangguan Pola Tidur Luaran Utama Pola Tidur Luaran Tambahan Penampilan Peran Status Kenyamanan Tingkat Depresi Tingkat Keletihan Tautan SDKI – SIKI Gangguan Pola Tidur Intervensi Utama Edukasi Aktivitas/Istirahat Dukungan Tidur Intervensi Pendukung Dukungan kepatuhan Program Pengobatan Pemberian Obat Oral Dukungan Meditasi Dukungan Perawatan Diri BAB/BAK Fototerapi Gangguan Mood/Tidur Latihan Otogenik Manajemen Demensia Manajemen Energi Manajemen Lingkungan Manajemen Msdikasi Manajemen Nutrisi Manajemen Nyeri Manajemen Penggantian Hormon Pengaturan Posisi Promosi Koping Promosi Latihan Fisik Reduksi Ansietas Teknik Menenangkan Terapi Aktivitas Terapi Musik Terapi Pemijatan Terapi Relaksasi Terapi Relaksasi Otot Progresif sumber Navigasi pos Gangguan pola tidur Definisi Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal Batasan Karakteristik Perubahan pola tidur normal Penurunan kemampuan berfungsi Ketidakpuasan tidur Menyatakan sering terjaga Meyatakan tidak mengalami kesulitan tidur Menyatakan tidak merasa cukup istirahat Faktor Yang Berhubungan Kelembaban lingkungan sekitar Suhu lingkungan sekitar Tanggung jawab memberi asuhan Perubahan pejanan terhadap cahaya gelap Gangguanmis.,untuk tujuan terapeutik, pemantauan, pemeriksaan laboratorium Kurang kontrol tidur Kurang privasi, Pencahayaan Bising, Bau gas Restrain fisik, Teman tidur Tidak familier dengan prabot tidur Tujuan dan Kriteria Hasil NOC Anxiety reduction Comfort level Pain level Rest Extent and Pattern Sleep Extent an Pattern Kriteria Hasil Jumlah jam tidur dalam batas normal 6-8 jam/hari Pola tidur, kualitas dalam batas normal Perasaan segar sesudah tidur atau istirahat Mampu mengidentifikasikan hal-hal yang meningkatkan tidur Intervensi Keperawatan NIC Sleep Enhancement Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat Fasilitas untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur membaca Ciptakan lingkungan yang nyaman Kolaborasikan pemberian obat tidur Diskusikan dengan pasien dan keluarga tentang teknik tidur pasien Instruksikan untuk memonitor tidur pasien Monitor waktu makan dan minum dengan waktu tidur Monitor/catat kebutuhan tidur pasien setiap hari dan jam DAFTAR PUSTAKA Nurarif . dan Kusuma. H. 2015. APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta MediAction. Gangguan pola tidur Definisi Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal Batasan Karakteristik Perubahan pola tidur normal Penurunan kemampuan berfungsi Ketidakpuasan tidur Menyatakan sering terjaga Meyatakan tidak mengalami kesulitan tidur Menyatakan tidak merasa cukup istirahat Faktor Yang Berhubungan Kelembaban lingkungan sekitar Suhu lingkungan sekitar Tanggung jawab memberi asuhan Perubahan pejanan terhadap cahaya gelap Gangguanmis.,untuk tujuan terapeutik, pemantauan, pemeriksaan laboratorium Kurang kontrol tidur Kurang privasi, Pencahayaan Bising, Bau gas Restrain fisik, Teman tidur Tidak familier dengan prabot tidur Tujuan dan Kriteria Hasil NOC Anxiety reduction Comfort level Pain level Rest Extent and Pattern Sleep Extent an Pattern Kriteria Hasil Jumlah jam tidur dalam batas normal 6-8 jam/hari Pola tidur, kualitas dalam batas normal Perasaan segar sesudah tidur atau istirahat Mampu mengidentifikasikan hal-hal yang meningkatkan tidur Intervensi Keperawatan NIC Sleep Enhancement Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat Fasilitas untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur membaca Ciptakan lingkungan yang nyaman Kolaborasikan pemberian obat tidur Diskusikan dengan pasien dan keluarga tentang teknik tidur pasien Instruksikan untuk memonitor tidur pasien Monitor waktu makan dan minum dengan waktu tidur Monitor/catat kebutuhan tidur pasien setiap hari dan jam DAFTAR PUSTAKA Nurarif . dan Kusuma. H. 2015. APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta MediAction. Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Gangguan pola tidur Definisi Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal Batasan Karakteristik Perubahan pola tidur normal Penurunan kemampuan berfungsi Ketidakpuasan tidur Menyatakan sering terjaga Meyatakan tidak mengalami kesulitan tidur Menyatakan tidak merasa cukup istirahat Faktor Yang Berhubungan Kelembaban lingkungan sekitar Suhu lingkungan sekitar Tanggung jawab memberi asuhan Perubahan pejanan terhadap cahaya gelap Gangguanmis.,untuk tujuan terapeutik, pemantauan, pemeriksaan laboratorium Kurang kontrol tidur Kurang privasi, Pencahayaan Bising, Bau gas Restrain fisik, Teman tidur Tidak familier dengan prabot tidur NOC Anxiety reduction Comfort level Pain level Rest Extent and Pattern Sleep Extent an Pattern Kriteria Hasil Jumlah jam tidur dalam batas normal 6-8 jam/hari Pola tidur, kualitas dalam batas normal Perasaan segar sesudah tidur atau istirahat Mampu mengidentifikasikan hal-hal yang meningkatkan tidur NIC Sleep Enhancement Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat Fasilitas untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur membaca Ciptakan lingkungan yang nyaman Kolaborasikan pemberian obat tidur Diskusikan dengan pasien dan keluarga tentang teknik tidur pasien Instruksikan untuk memonitor tidur pasien Monitor waktu makan dan minum dengan waktu tidur Monitor/catat kebutuhan tidur pasien setiap hari dan jam DAFTAR PUSTAKA Nurarif . dan Kusuma. H. 2015. APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta MediAction. 0% found this document useful 0 votes4K views8 pagesDescriptionLaporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan Gangguan Rasa Aman Nyaman NyeriCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes4K views8 pagesLaporan Pendahuluan NyeriDescriptionLaporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan Gangguan Rasa Aman Nyaman NyeriFull descriptionJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri