gejala karst banyak terjadi pada daerah batuan
Airyang banyak mengandung CO2 (zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CaCO2). Proses pelapukan batuan secara kimiawi di daerah karst disebut kartifikasi. Gejala atau bentuk-bentuk alam yang terjadi di daerah karst, di antaranya dolina (danau karst), gua dan sungai bawah tanah, serta stalaktit dan stalagmit.
Pelapukanini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CaCO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. Proses pelapukan batuan secara kimiawi di daerah karst disebut kartifikasi. 2.8 Klasifikasi Tanah
1 Jenis pelapukan yang sering terjadi di indonesia adalah. a. Mekanik b. Fisis c. Organis d. Kimiawi e. biologis 2. garis khayal yang menghubungkan tempat yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa disebut a. isoseista b. homoseista c. pleistosesta d. sisesmogram e. ishobat 3. di daerah pantai sering dijumpai bekas-bekasgaris pantai yang bertingkat-tingkat hal ini membuktikan bahwa
Pelapukankimiawi banyak terjadi di daerah tropik, misal pelapukan di daerah kapur (karst). Proses pelapukan kimiawi dapat menimbulkan munculnya gejala-gejala karst. Karst adalah daerah yang terdiri atas batuan kapur yang berpori sehingga air di permukaan tanah selalu merembes ke dalam tanah.
Tetapikarena terjadi patahan pada batuan konglomerat, maka akibat patahan tersebut mengalirkan air panas itu karena menempuh perjalanan yang panjang mengakibatkan derajat pada air tersebut hanya dirasakan hangat-hangat kuku. Sebaran dolina di daerah Mallawa tersebut sangat banyak karena jika dilihat dari daerahnya didominasi oleh daerah
Frau Will Sich Mit Mir Treffen. ads Sebutkan gejala karst yang timbul akibat pelapukan kimiawi ? Batuan-batuan di atas bumi banyak mengalami pelapukan karena banyak penyebab pula. Pelapukan batuan dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu Pelapukan mekanik; yaitu pelapukan yang disebabkan oleh faktor-faktor fisika seperti perubahan suhu drastis, pengelupasan, pengikisan oleh air, atau terkena panas dan dingin yang terlalu ekstrem. Pelapukan organik; yaitu pelapukan yang disebabkan oleh faktor aktivitas makhluk hidup yang menyebabkan pelapukan. Aktivitas makhluk hidup ini di antaranya aktivitas lumut, serangga, atau cacing tanah. Pelapukan kimiawi; yaitu pelapukan yang disebabkan oleh faktor-faktor zat kimia yang menyebabkan pelarutan. Pelapukan kimiawi biasanya terjadi karena adanya zat asam pada curah hujan atau sumber asam lainnya. Pelapukan Karst adalah proses pelapukan yang terjadi di pegunungan kapur akibat pelarutan kimiawi. Gejala Karst berlansung akibat suhu tinggi dan batuan air yang mengandung asam arang yang dapat melarutkan zat kapur pada pegunungan kapur CaCO2. Pelapukan yang terjadi di Indonesia biasanya diakibatkan oleh curah hujan tinggi yang mempercepat proses kimiawi. Berikut ini adalah beberapa gejala yang timbul akibat peristiwa Karst yang diakibatkan pelapukan kimiawi. Stlaktit dan stalakmit; yaitu kerucut yang terlihat menggantung di dinding gua yang berdiri dari atas gua stalaktit atau yang berdiri dari dasar gua stalakmit. Dolina; yaitu lubang-lubang karena erosi atau runtuhan yang diakibatkan pelarutan kimiawi. Gua dan sungai bawah tanah; yaitu diawali dengan retakan yang menghasilkan celah dalam tanah kapur sehingga membentuk gua apabila dibiarkan semakin besar. ads ads Share This Page
PembahasanJawaban benar pada soal ini adalah C. Berikut adalah penjelasannya. Karst adalah bentang alam di wilayah kapur yang terbentuk akibat adanya tenaga eksogen. Tenaga eksogen yang paling berperan penting dalam terbentuknya wilayah kapur ini adalah air. Air menyebabkan terjadinya pelapukan secara kimiawi karenabereaksi dengan zat kapur. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah benar pada soal ini adalah C. Berikut adalah penjelasannya. Karst adalah bentang alam di wilayah kapur yang terbentuk akibat adanya tenaga eksogen. Tenaga eksogen yang paling berperan penting dalam terbentuknya wilayah kapur ini adalah air. Air menyebabkan terjadinya pelapukan secara kimiawi karena bereaksi dengan zat kapur. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.
Karst adalah kawasan batu gamping. Penamaan karst berasal dari kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia. Ciri-ciri utama dari karst yaitu lahan yang kurang subur untuk pertanian, rentan terjadi erosi dan tanah longsor, dan rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah. Selain itu, karst memiliki gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro.[1] Karst merupakan sebuah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya mengalami depresi tertutup airtight depression, drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Etimologi [sunting sunting sumber] Istilah kars diadaptasi dari bahasa Belanda, karst yang dikenal di Indonesia diadopsi dari bahasa Yugoslavia/Slovenia, lewat istilah geologi internasional yang dipakai dalam bahasa Belanda. Istilah aslinya adalah krst/krast yang merupakan nama suatu kawasan di perbatasan antara Yugoslavia dengan Italian republic timur laut, dekat wilayah pariwisata Trieste. Proses pembentukan [sunting sunting sumber] Daerah kars terbentuk oleh pelarutan batuan terjadi di litologi lain, terutama batuan karbonat lain misalnya dolomit, dalam evaporit seperti halnya gips dan halite, dalam silika seperti halnya batupasir dan kuarsa, dan di basalt dan granit di mana ada bagian yang kondisinya cenderung terbentuk gua favourable. Daerah ini disebut kars asli. Daerah kars dapat juga terbentuk oleh proses cuaca, kegiatan hidraulik, pergerakan tektonik, air dari pencairan salju dan pengosongan batu cair lava. Karena proses dominan dari kasus tersebut adalah bukan pelarutan, kita dapat memilih untuk penyebutan bentuk lahan yang cocok adalah pseudokarst kars palsu. Ekosistem [sunting sunting sumber] Ekosistem kars memiliki keunikan, baik secara fisik, maupun dalam aspek keanekaragaman hayati. Karakteristik [sunting sunting sumber] Ciri-ciri daerah kars antara lain Daerahnya berupa cekungan-cekungan. Terdapat bukit-bukit kecil. Sungai-sungai yang tampak di permukaan hilang dan terputus ke dalam tanah. Adanya sungai-sungai di bawah permukaan tanah Adanya endapan sedimen lempung berwarna merah hasil dari pelapukan batu gamping. Permukaan yang terbuka tampak kasar, berlubang-lubang dan runcing. Penyedia air [sunting sunting sumber] Di kawasan kars banyak dijumpai gua dan sungai bawah tanah yang juga menjadi pemasok ketersediaan air tanah yang sangat dibutuhkan oleh kawasan yang berada di bawahnya. Termasuk di dalamnya ketersediaan air tawar dan bersih bagi kehidupan manusia, baik untuk keperluan harian maupun untuk pertanian dan perkebunan. Daerah kars di Republic of indonesia [sunting sunting sumber] Kawasan kars di Indonesia mencakup luas sekitar fifteen,4 juta hektare dan tersebar hampir di seluruh Indonesia. Perkiraan umur dimulai sejak 470 juta tahun lalu sampai yang terbaru sekitar tahun. Keberadaan kawasan ini menunjukkan bahwa pulau-pulau Indonesia banyak yang pernah menjadi dasar laut, namun kemudian terangkat dan mengalami pengerasan. Wilayah kars biasanya berbukit-bukit dengan banyak gua. Berikut adalah wilayah kars di Indonesia[2] Gunung Leuser Aceh Perbukitan Bohorok Sumut Payakumbuh Sumbar Bukit Barisan, mencakup Baturaja Kabupaten Ogan Kombering Ulu Sukabumi selatan Jabar Kawasan Karst Gombong Selatan, Kebumen Jawa Tengah Pegunungan Kapur Utara, mencakup daerah Kudus, Pati, Grobogan, Blora dan Rembang Jawa Tengah Pegunungan Kendeng, Jawa Timur Pegunungan Sewu, yang membentang dari Kabupaten Bantul di barat hingga Kabupaten Tulungagung di timur. Sistem perbukitan Blambangan, Jawa Timur Perbukitan di bagian barat Pulau Flores, tempat lokasi banyak gua, salah satu di antaranya adalah Liang Bua Nusa Temggara Timur, NTT Perbukitan karst Sumba NTT Pegunungan karst Timor Barat NTT Pegunungan Schwaner Kalbar Kawasan Pegunungan Sangkulirang – Tanjung Mangkaliat seluas hektare, memiliki gua-gua dengan lukisan dinding manusia purba Kalimantan Timur Perbukitan Maros Pangkajene, terletak di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan, seluas hektare dan beberapa di antara gua-gua yang ada memiliki lukisan purba Kawasan karst Wowolesea, memiliki sistem air asin hangat Sulawesi Tenggara Pulau Muna Kepulauan Tukangbesi Pulau Seram Maluku Pulau Halmahera Maluku Utara Kawasan karst Fakfak Papua Barat Pulau-pulau Biak dan Pegunungan Tengah dan Pegunungan Lorentz Papua Kawasan Batu Hapu, Tapin, Kalimantan Selatan Kawasan Karts di Kabupaten Kutai Timur mulai dari Marangkayu, Bengalon, Sangkulirang dan Maloy Kalimantan Timur Sisa-sisa permukiman manusia purba ditemukan di Leang Cadang, Leang Lea, dan goa-goa lainnya di Maros, Goa Sampung dan Goa Lawa di Ponorogo, Goa Marjan dan Goa Song di Jember, Vocal Gentong Tulungagung, Song Brubuh, Song Terus, dan Goa Tabuhan di Pacitan. Lukisan atau cap dinding ditemukan di kawasan Borneo Timur, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Kepulauan Kai, Seram, Timor, serta Papua. Ini menunjukkan indikasi migrasi manusia ke arah timur. Selain itu ditemukan pula berbagai sisa berbagai jenis vertebrata berusia i,7 juta tahun hingga tahun. Karena nilai ekologi, ekonomi, dan kesejarahannya, kawasan Pegunungan Sewu, Pegunungan Maros, dan Pegunungan Lorentz telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi Kawasan Warisan Dunia. Kerusakan kawasan [sunting sunting sumber] Aktivitas penggalian batu kapur Penambangan oleh industri semen Referensi [sunting sunting sumber] ^ Susilawati dan Bachtiar, North. 2018. Biologi Dasar Terintegrasi PDF. Pekanbaru Kreasi Edukasi. hlm. 177. ISBN 978-602-6879-99-8. ^ Referensi Pranala luar [sunting sunting sumber] Indonesia Penjelasan beserta animasi tentang karst Diarsipkan 2009-04-15 di Wayback Machine. Republic of indonesia Membaca Masa Lalu Melalui Geowisata Goa Diarsipkan 2014-08-22 di Wayback Auto. Indonesia Karst Maros, Terbesar dan Terindah kedua di dunia Diarsipkan 2012-06-06 di Wayback Automobile.
Provinsi Jawa Tengah terdiri dari beberapa Kota dan Kabupaten. Keunikan banyak dijumpai pada beberapa Kota dan Kabupaten tersebut. Sebagai contoh di Kota Semarang kita dapat menemukan topografi yang terbagi menjadi 2, yaitu Semarang atas yang topografinya berupa dataran tinggi dan Semarang bawah yang topografinya berupa daerah pantai. Keunikan juga terdapat di Kabupaten Grobogan yang daerahnya mayoritas gersang karena kurang tanaman. Secara letak geografis penggunaan lahan, Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang paling menarik adalah di daerah Kabupaten Wonogiri. Daerah tersebut sebesar 60% wilayahnya berupa dataran karst. Apa yang disebut dataran karst? Ada berapa sajakah jenis-jenis dataran karst yang terdapat di Indonesia? Pada uraian materi berikut akan dijelaskan definis karst dan jenis-jenis karst yang ada di Indonesia. Pengertian karst adalah sub bagian dari topografi daratan yang memiliki sifat mudah larut dan berada di permukaan. Dataran dapat disebut sebagai karst apabila bentuknya tebal dan terlihat beberapa retakan-retakan dalam tampilannya. Karst dapat terjadi pada daerah dengan curah hujan yang tinggi minimal 1000 mm per tahun. Biasanya daerah dataran karst dikelilingi oleh lembah karena proses pelarutan senyawa kimiawi. Unsur yang berpengaruh pada pelarutan karst adalah batugamping. Morfologi sisa pelarutan karst pada batugamping berkembang menjadi 4 kategori. Yang mana kategori pertama adalah batuan akan mengalami retakan yang membentuk lembah. Lembah tersebut dalam istilah geografi disebut sebagai zona A. Daerah yang tidak terbentuk lembah bukit disebut sebagai zona B. Zona B inilah yang terlihat sebagai dataran karst. Daerah lembah zona A pelarutannya lebih cepat. Hal ini dikarenakan jumlah yang mendominasi pada larutan di kawasan tersebut adalah air sebagaimana kita ketahui bahwa air memiliki pH netral. Lembah di zona A ini akan terjadi sangat dalam hingga menghasilkan kedalaman lebih dari 50 meter. Dataran tinggi zona B memiliki gejala pelarutan yang sedikit. Hal ini dikarenakan banyak timbulnya vegetasi yang menaungi zona B. Vegetasi tersebut biasanya bukan berupa pepohonan. Melainkan berupa lumut, rumput-rumput liar, dan tanaman semak. Pohon yang tinggi mustahil dapat tumbuh dan berkembang di zona B karena pada daerah ini memiliki sifat daya serap yang minim. Hal yang salah dalam mempelajari karst adalah dataran karst minim terjadi erosi. Pernyataan tersebut salah kaprah. Jika dibayangkan, dataran karst memiliki unsur tanah yang rendah dan daya serap yang kecil. Erosi tidak akan dapat terjadi di dataran karst. Penelitian yang dilakukan geograf asal Jerman bernama Bloom menegaskan bahwa pada dataran karst mungkin terjadi erosi dengan jenis erosi lateral, yaitu erosi vertikal yang menyisakan bebatuan. Secara garis besar, dataran karst dibagi menjadi 2 macam. Klasifikasi jenis karst tersebut adalah karst minor kecil dan karst mayor besar. Karst minor sulit diamati dengan proses penginderaan jauh citra foto karena ukurannya yang kecil. Sedangkan karst mayor amat baik jika dianalisis menggunakan foto udara. Berikut adalah jenis-jenis karst yang ada di Indonesia. Jenis Karst Sebagaimana kita ketahui bahwa klasifikasi karst terdapat karst mayor dan karst minor. Karst mayor berisi 6 macam karst antara lain lapies, split, parit, palung, speleothem, dan fitokarst. Sedangkan karst minor terdapat 4 jenis karst antara lain surupan, uvala, polje, dan jendela. Uraian jenis-jenis karst adalah sebagai berikut; Karst Lapies Lapies adalah jenis karst dalam klasifikasi karst mayor. Karst lapies merupakan dataran yang menjulang dari dasar ke permukaan dengan dikelilingi oleh lembah merata di sisinya. Datarn karst lapies memiliki bentuk tidak rata. Bentuk tidak rata ini disebabkan oleh pelarutan yang tidak seimbang antara air dengan vegetasi. Permukaan batugamping mengalami penggerusan hingga terjadi larutan asam yang menyebabkan terjal. Karst lapies sulit untuk diisi oleh vegetasi tanaman menjalar. Biasanya, tanaman yang tumbuh dengan sendirinya pada daerah dataran karst lapies hanya lumut dan rerumputan. Karst lapies yang berada di Indonesia biasanya dijumpai di Wonogiri, Palangkaraya, Bau-bau, Ternate, dan Wamena. Karst Split Karst split pertama kali ditemukan oleh ahli geograf asal Jerman bernama Ritter pada tahun 1979. Dirinya mengemukakan bahwa karst split adalah dataran dengan celah pelarutan yang berkembang dari pelarutan batugamping. Unsur senyawa kimiawi yang berpengaruh besar pada efek pelarutan tersebut adalah karbondioksida dan nitrogen. Karst Parit Karst parit adalah bagian daripada bentuk karst dalam klasifikasi mayor yang berbentuk panjang. Namun yang pastinya, jikalau mampu untuk diperhatikan bentuk yang panjang ini menyerupai suatu parit pada permukiman penduduk. Karst Palung Karst palung adalah dataran karst yang memiliki permukaan bebatuan dengan tekstur kasar. Pembentukan karst palung ini melalui proses pelarutan vertikal ke bawah. Dinamakan karst palung karena terinspirasi dari definisi palung itu sendiri yaitu dasar yang menjulang dalam ke bawah. Dalamnya karst palung dapat mencapai hingga 100 meter. Karst palung dapat terjadi pada permukaan batuan yang memiliki tingkat kecuraman lereng yang rendah sampai cenderung datar. Struktur pembentuk karst palung didominasi oleh vegetasi semak-semak. Persebaran karst palung di Indonesia dapat ditemukan di daerah Tebingtinggi Sumatera Utara, Pekanbaru Riau, Bandar Lampung Lampung, Cimahi Jawa Barat, Wonogiri Jawa Tengah, dan Sajingan Besar Kalimantan Barat. Karst Speleothem Karst speleothem pertama kali dikemukakan oleh geograf asal Belanda bernama Sanders pada tahun 1981. Karst speleothem dapat ditemukan di dalam gua. Ciri khas yang menonjol pada dataran karst speleothem adalah terdapatnya endapan berwarna putih berbentuk seperti tetesan air dan terdapat pada langit-langit gua. Endapan tersebut disebut sebagai stalagtit dan stalagmite. Kandungan unsur senyawa kimia yang mendominasi karst speleothem adalah kalsium karbonat CaCO3. Presipitasi air di lapisan tanah yang terjadi pada langit-langit gua mengendap oleh kalsium karbonat sehingga membentuk karst speleothem. Fitokarst Fitokarst adalah dataran karst yang bentuknya berkelok-kelok dengan ditandai dengan beberapa lubang yang saling berinteraksi. Batas antara lubang tersebut ditandai dengan ketajaman bunga karang. Bunga karang bukan merupakan salah satu jenis tanaman, melainkan batugamping yang larut karena proses pengendapan. Karst Surupan Karst surupan merupakan jenis karst minor yang pertama. Karst surupan memiliki karakteristik lonjong atau oval. Karst surupan dapat dibedakan menjadi doline mangkok, doline corong, dan doline sumuran. Karst Uvala Karst uvala adalah penyebutan untuk daerah dataran karst yang memiliki bentuk tertutup berupa kumpulan dari beberapa doline. Karst uvala memiliki dinding curam dan berbatu, sehingga mustahil terdapat vegetasi yang berada di area ini. Karst Polje Karst polje adalah jenis dataran karst yang memiliki dasar berbentuk sedimen. Batuan sedimen yang dibatasi oleh drainase aliran air terbentuk dari sistem hidrologi alogenik. Karst polje terbentuk karena adanya patahan impermeable. Karst Jendela Karst jendela pertama kali ditemukan oleh ahli geograf asal Jerman bernama Twidale pada tahun 1976. Karst jendela adalah karst yang menghubungkan reruntuhan batuan dari luar dan dalam gua. Jadi bentuknya seperti jendela. Nah, sekian penjelasan dari kami untuk pengertian, jenis karst dan contohnya di Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang memiliki tujuan menambah ilmu pengetahuan. Semangat dan terima kasih telah membacanya!
Karst merupakan bentukan alam berupa dataran yang dicirikan oleh tanah tandus dan berbatu, terdapat gua, lubang runtuhan, sungai bawah tanah, dan tidak terdapat aliran permukaan dan danau. Kondisi tersebut merupakan hasil dari efek penggalian air bawah tanah pada batu kapur terlarut yang sangat besar. Tanah karst merupakan wilayah yang sangat tandus sehingga kurang banyak diminati oleh makhluk hidup, salah satu karakteristik daerah karst adalah berabtuan dan kering tanahnya. Karst juga bisa diartikan sebagai jenis lanskap khusus yang dibentuk oleh pelarutan batuan, termasuk batugamping dan dolomit. Kawasan karst memiliki akuifer yang mampu menyediakan air dalam jumlah besar, sehingga kawasan ini bisa bermanfaat untuk menjadi daerah penyimpanan air bersih, dan beragam manfaat lainnya, termasuk obyek wisata. Perlu kita ketahui bahwa lebih dari 25 persen populasi dunia hidup atau memperoleh air dari akuifer karst. Definisi karst Karst merupakan topografi yang terbentuk dari pelarutan batuan terlarut seperti batugamping, dolomit, dan gipsum. Hal ini ditandai dengan sistem drainase bawah tanah dengan lubang runtuhan dan gua. Drainase bawah tanah dapat membatasi air permukaan, dengan sedikit atau tidak ada sungai atau danau maka dari itu sebagain dataran karst sangat kering. Namun, di daerah yang batuan dasarnya mengalami pelarutan dan tertutup mungkin oleh puing-puing atau dibatasi oleh satu atau lebih lapisan batuan yang tidak larut, ciri khas karst hanya bisa terjadi pada tingkat bawah permukaan dan bisa hilang sama sekali di atas tanah. Proses pembentukan karst melalu pelapukan makhluk hidup yang ada di permukaan bumi. Studi tentang paleokarst karst yang terkubur dalam kolom stratigrafi penting dalam geologi perminyakan karena sebanyak 50% dari cadangan hidrokarbon dunia berada dalam batuan karbonat, dan sebagian besar ditemukan dalam sistem karst berpori. Jenis palapukan yang dominan terjadi di daerah dengan litologi karst adalah pelapukan hewan dan tumbuhan. Pengertian Karst Karst adalah lanskap dengan hidrologi dan bentang alam khas yang muncul jika batuan dasarnya terlarut. Secara lebih rinci, bentang ala karst dicirikan oleh beberapa hal, yaitu Terdapat goa yang berasal dari sistem drainase bawah tanah Terdapat lembah kering Terdapat sungai bawah tanah Terdapat aliran sungai yang masuk ke bawah tanah sinking stream Terdapat doline/telaga, ponor Terdapat bukit-bukit yang sambung menyambung bergerombol Proses Terjadinya Karst Proses terbentuknya karst atau yang disebut dengan karstifikasi membutuhkan waktu jutaan tahun, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor geologi, fisika, kimia, dan biologi. Rincian proses terbentuknya karst yaitu sebagai berikut Karstifikasi diawali dengan pergerakan lempeng bumi yang bersifat dinamis. Terjadinya pergerakan lempeng bumi mengakibatkan lempeng saling bertabrakan, kemudian menghasilkan gaya tektonik yang mampu mendorong sebagian lempeng ke atas. Lahan karst ini hanya cocok untuk lahan pertambangan saja. Pergerakan lempeng tektonik mendorong sebagian lempeng ke atas menyebabkan sedimentasi dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengandung kapur kalsium karbonat mengalami pengangkatan dari dasar laut ke permukaan. Contoh biota laut yang menganding kapur tersebut diantaranya yaitu Coral Pontes, Neandrina, Acropora, Siderastrea, Ginoid, Briozoa, Ganggang Halimeda, Lithothamniam, Penicillus, Acialaria, Neomen, Foraminifera. Peristiwa yang disebabkan oleh adanya gaya tektonik tersebut menghasilkan deretan bukit kapur/gamping yang muncul di permukaan laut. Gaya-gaya tektonik tersebut bisa mengakibatkan berasosiasinya patahan dan retakan. Lempeng batuan yang mengalami deformasi oleh gaya-gaya tektonik tersebut adalah area yang sangat potensial untuk masuknya aliran air dan terbentuknya perangkap-perangkap air. Proses selanjutnya setelah proses yang diakibatkan oleh gaya tektonik adalah pelarutan batuan karbonat oleh asam lemah. Reaksi yang terjadi antara karbon dioksida CO2 di udara dengan air hujan H2O dapat menghasilkan H2CO3 yang bersifat asam lemah. Larutan itu kemudian mengalir melalui aliran air permukaan atau run off, kemudian akan melarutkan batu gamping sehingga terbentuklah celah. Celah yang dihasilkan dari proses pelarutan akan semakin membesar dari waktu ke waktu hingga membentuk patahan dan rongga yang dinamakan karen patahan, sinkhole lubang lari air, collapse sink/doline rongga, dan gua. Gaya tektonik yang terjadi berikutnya mengakibatkan rongga dan gua berasosiasi satu sama lain membentuk sistem perguaan dengan lorong yang panjang. Perlu juga kita ketahui beberapa persyaratan agar lempeng batu gamping dapat membentuk morfologi karst Hamilton & Smith, 2006, diantaranya yaitu lempeng batuan gamping mempunyai ketebalan yang cukup, berada di wilayah dengan curah hujan tinggi, dataran karst biasanya terdapat di dataran rendah. batuan gamping banyak mengandung celah atau rongga, berada pada posisi lebih tinggi dibandingkan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita mentehaui bagaiman proses terbentuknya, berikut ini beberapa bentuk karst yang dapat dihasilkan, diantaranya yaitu Karst Interstratal Karst interstratal adalah lanskap karst yang dikembangkan di bawah penutup bebatuan yang tidak larut. Biasanya ini akan melibatkan lapisan batu pasir yang melapisi lapisan batu kapur yang mengalami pelarutan. Gambaran peristiwa karst ini seperi pelapukan yang menjai dataran sehingga membentuk batuan yang beku dan wilayah karst ini mirip dengan gurun. Kegelkarst Kegelkarst adalah jenis medan karst tropis dengan banyak bukit mirip kerucut, dibentuk oleh kokpit, mogote, dan poljes dan tanpa proses erosi fluvial yang kuat. Lanskap ini ditemukan di Kuba, Jamaika, Indonesia, Malaysia, Filipina, Puerto Riko, Cina bagian selatan, Myanmar, Thailand, Laos, dan Vietnam. Pseudokarst Pseudokarst mirip dalam bentuk atau tampilannya dengan ciri-ciri karst tetapi dibuat dengan mekanisme yang berbeda. Contohnya termasuk gua lava dan torit granit, misalnya, Labertouche Cave di Victoria, Australia. Gua Lumpur Mud Caves adalah contoh pseudokarst. Paleokars Paleokarst diartikan sebagai karst yang terkubur oleh batuan yang lebih muda. Ini adalah komponen suksesi yang umum, meskipun sering tidak dikenali, di mana terdapat batugamping dan berfungsi sebagai indikator yang jelas dari lingkungan darat dan, sampai batas tertentu, durasi kemunculannya. Interpretasi paleokarst mungkin dipersulit oleh dua faktor; pertama, biasanya hanya terlihat dalam dua, bukan tiga, dimensi; dan kedua, penguburan oleh batuan yang lebih muda tidak mencegah modifikasi atau bahkan penghancuran paleokarst oleh pembubaran bawah permukaan. Hutan kars Kawasan karst cenderung memiliki tipe hutan yang unik. Dataran karst sulit dilintasi manusia, sehingga ekosistemnya seringkali relatif tidak terganggu. Tanah cenderung memiliki pH tinggi, yang mendorong pertumbuhan spesies anggrek, palem, bakau, dan tanaman lain yang tidak biasa. Daerah karst Karst batu kapur terbesar di dunia adalah Dataran Nullarbor Australia. Slovenia memiliki risiko lubang runtuhan tertinggi di dunia, sedangkan Highland Rim bagian barat di Amerika Serikat bagian timur berada pada risiko lubang runtuhan karst tertinggi kedua. Topografi karst biasanya ditandai adanya bahan tambah yang dimanfaatkan untuk manusia. Di Kanada, Taman Nasional Wood Buffalo, NWT memiliki area lubang runtuhan karst. Meksiko memiliki kawasan karst yang penting di Semenanjung Yucatán dan Chiapas. Karst Cina Selatan di provinsi provinsi Guizhou, Guangxi, dan Yunnan adalah Situs Warisan Dunia UNESCO. Manfaat Karst Manfaat kawasan kars, diantaranya yaitu Sebagai tempat tinggal dan menetap Kawasan karst ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti tempat tinggal dan menetap. Misalnya di Gunung Kidul, kawasan ini sudah digunakan untuk tempat tinggal sejak zaman nenek moyang. Selain itu, ada pula yang melubangi tebing bukit karst menjadi makam, misalnya makam batu Lemo yang terdapat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sebagai daerah penyimpanan air bersih Meskipun kawasan karst memiliki kenampakan yang gersang, tapi kawasan ini mempunyai peran yang sangat penting, karena dapat digunakan sebagai daerah penyimpan air bersih untuk mencukupi kebutuhan air di daerah sekitarnya. Batuan yang membentuk karst mempunyai banyak celah dan rongga, sehingga air dapat meresap dengan baik, sampai ke lorong sungai bawah tanah. Sumber bahan tambang Karst bukan hanya berperan penting dalam menyediakan air bersih, tapi juga menjadi sumber bahan tambang, yaitu tambang batuan gamping, yang dapat diolah menjadi aneka bahan bangunan, seperti kapur dan semen. Objek wilayah karst in sangat cocok untuk wilayah pertambangan karena berasal daro pelapukan hewan jutaan tahun yang lalu. Sebagai obyek wisata Jenis karst di Indonesia sangat banyak salah satunya adalah kawasan karst dengan pemandangan yang unik dan indah, sehingga dapat dijadikan sebagai obyek wisata alam serta banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Diperkirakan terdapat sekitar 15,4 juta hektar di Indonesia yang bersebar dari Aceh sampai Papua. Salah satu kawasan karst di Indonesia yang terkenal yaitu Gunung Kidul, yang terdapat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diperkirakan terbentuk sejak 470 juta tahun yang lalu. Bukan hanya di Indonesia, keistimewaan alam dari bentang alam karst seperti gua dan mata air yang menjadi penciri khas daerah karst, sehingga menjadi area dengan pemandangan spektakuler juga ada di negara-negara lainnya, contohnya termasuk dataran runtuhan dan gua-gua di Kentucky tengah, mata air besar sebening kristal di Florida, dan gua-gua New Mexico yang rumit dan didekorasi dengan indah. Demikianla materi yang dapat dibagikan kepada segenap pembaca mengenai proses terjadinya karst dan manfaat karst. Semoga artikel yang di tulisi ini menambah wawasana dan pengetahun kepada segenap pemabaca serta dapat dijadikan sebuah rujukan sumber informasi mengenai materi terkait. Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah
gejala karst banyak terjadi pada daerah batuan