glukosa direabsorpsi hingga hilang dari filtrat saat berada di

A Pada fotofosforilisasi non siklik sumber elektron yang memasuki Fotosistem II adalah molekul air, pada fotofosforilisasi siklik, sumber dari elektron adalah Foto-sistem I. B. Pada fotofosforilisasi non siklik pene-rima elktron terakhir adalah NADP, pada fotofosforilisasi siklik, penerima elektron terakhir adalah Fotosistem I. Glukosadireabsorpsi hingga hilang dari filtrat saat berada di. kapsula Bowman. awal masuk lengkung Henle. ujung akhir tubulus distal. ujung akhir tubulus proksimal. NA. N. Ahmad. Master Teacher. Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia. 1 Pernyataan yang benar ihwal organ dan fungsinya pada invertebrata ialah . Sayahanya sekedar berbagi bercerita. Semoga dari cerita saya ini ada hikmah dan kebaikan yang bisa diambil. Dan inilah kisah hidupku: Bagian 1 Teman Khayalan. Bagian 2 Bertemu Jin Qarin. Bagian 3 Pengalaman Horor Semasa Di Kampung. Bagian 4 Hijrah Ke Pulau Seberang. Bagian 5 Menutup Penglihatanku. Namun saat ini, jam tangan tersebut telah terjual bebas sehingga John Mayer pun berkesempatan untuk memilikinya. Ia membeli jam tangan ini seharga 4 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp 56 juta. Baca juga: Tiket Konser Perdana John Mayer di Indonesia Ludes. John Mayer akan menggelar konser pada 5 April 2018 di ICE BSD City, Tangerang. Frau Will Sich Mit Mir Treffen. 0% found this document useful 0 votes251 views13 pagesDescriptionSoal dan pembahasan ekskresi kelas XI SMAOriginal TitleSoal dan pembahasan ekskresi kelas XI SMACopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes251 views13 pagesSoal Dan Pembahasan Ekskresi Kelas XI SMAOriginal TitleSoal dan pembahasan ekskresi kelas XI SMAJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Selain itu, kulit juga berfungsi untuk mengurangi kehilangan air, mengatur suhu tubuh, menerima rangsangan dari luar dan sebagai alat ekskresi. Kulit mengeluarkan sisa metabolism yang berupa keringat. 2. Tuliskan ketiga alat ekskresi! Jawab 1. Lapisan Luar epidermis, 2. Lapisan dalam dermis, 3. Lapisan luar bawah hypodermis 3. Dimanakah letak hati manusia? Jawab Terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya dibawah diafragma. 4. Apa fungsi hati ! Jawab fungsinya adalah sebagai alat ekskresi [adsense1] 5. Mengapa hati termasuk alat ekskresi? Jawab Karena hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dengan menghasilkan ammonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. 6. Dimanakah letak paru-paru manusia? Jawab Letak paru-paru berada pada rongga dada dan berjumlah sepasang. 7. Mengapa paru-paru termasuk alat ekskresi? Jawab Karena pada bagian paling ujung dari saluran paru-paru adalah alveolus yang merupakan tempat terjadinya difusi gas CO2 dan O2 dengan pembuluh darah. CO2 inilah yang harus dibuang keluar tubuh. Soal pembahasan 1. jika bagian organ pada gambar berikut mengalami kerusakan, kita akan kesulitan untuk mengekskresikan…. A. CO2 B. feses C. urin D. uap air E. garam pembahasan Keringat yang diekskresikan oleh kelenjar keringat mengandung amonia, urea, asam urat dan asam laktat. Jawaban E 2. Hati mengekskresikan empedu sebagai hasil perombakan dan penguraian…. A. set darah merah B. set darah putih C. set-set epitel D. protein E. lemak Pembahasan Hati mengekskresikan empedu sebagai hasil perombakan dan penguraian sel darah merah yang sudah tua atau rusak. Hemin, hasil perombakan hemoglobin digunakan sebagai pembentuk zat warna empedu atau bilirubin. Jawaban A 3. Glukosa direabsorpsi hingga hilang dari filtrat saat berada di…. A. kapsula Bowman B. awal masuk lengkung Henle C. ujung akhir tubulus distal D. ujung akhir duktus pengumpul E. ujung akhir tubulus proksimal Pembahasan Tubulus kontortus proksimal merupakan tempat terjadinya reabsorpsi penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna, seperti air, asam amino, dan glukosa. Penyerapan glukosa terjadi sampai ujung akhir tubulus kontortus proksimal. Jawaban E Soal jawaban pilihan ganda 1. Perhatikan gambar berikut! Filtrat tubulus dihasilkan oleh struktur yang bernomor…. A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 2. Untuk menguji urine seseorang, apakah ia mengidap diabetes atau tidak digunakan larutan…. A. Garam oralit B. Milon C. Biuret D. Fehling E. Yodium 3. Urine yang siap dikeluarkan berasal dari urine sekunder yang mengalami augmentasi. zat yang ditambahka pada augmentasi adalah…. A. Na+ B. Cl- C. H+ D. Urea E. Glukosa 4. Pada orang yang sehat dalam urine nya tidak ditemukannya adanya zat…. A. Garam dapur B. Urea C. Air D. Amonia E. Glukosa dan protein 5. Perhatikan tabel berikut! No Perlakuan Hasil pengamatan 1 Urine + biuret Berwarna biru tidak berubah 2 Urine + reagen benedict Dipanaskan merah bata 3 Urine + biuret Endapan putih 4 Urine + biuret Bau amonia Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang tersebut …… A. Menderita diabetes melitus B. Tidak ada kelainan ginjal C. Terjadi gangguan filtrasi D. Terjadi ganggua reabsorpsi E. Terjadi kerusakan tubulus kontortus distal 6. Perhatikan gambar struktur kulit berikut! Fungsi dari bagian bertanda X adalah…… A. Melumasi permukaan kulit dan rambut B. Mengeluarkan keringat C. Mengendalikan suhu tubuh D. Mengatasi gangguan mekanik E. Membentuk pigmen melanin 7. Hati merupakan salah satu alat ekskresi yang menghasilkan zat sisa …… A. Karbon dioksida B. Asam urat C. Kolesterol D. Bilirubin E. Amonia 8. Untuk menjaga tekanan osmosis tubuhnya, maka ikan air laut melakukan…. A. Sedikit minum dan sedikit urine B. Banyak minum dan banyak urine C. Sedikit minum dan banyak urine D. Banyak minum dan sedikit urine E. Tidak minum dan sedikit urine 9. Berikut proses pembentukan urine dalam ginjal yang benar adalah …… A. Filtrasi → reabsorpsi → augmentasi B. Filtrasi → augmentasi → reabsorpsi C. Reabsorpsi → filtrasi → augmentasi D. Reabsorpsi → augmentasi → filtrasi E. Augmentasi → filtrasi → reabsorpsi 10. Bila urine seseorang di tes dengan menggunakan biuret dan diperoleh warna ungu, dapat diduga bagian ginjal yang mengalami kelainan adalah….. A. Glomerulus B. Tubulus kontortus proksimal C. Tubulus kontortus distal D. Kapsul bowman E. Badan malpighi 11. Kulit sebagai organ ekskresi akan menghasilkan keringat. Pengeluaran keringat juga berfungsi untuk …… A. Pengaturan turgiditas B. Membuang kelebihan air C. Mengatur suhu tubuh D. Meminyaki permukaan kulit E. Membersihkan kulit dari kotoran 12. Penyakit yang disebabkan penyumbatan saluran empedu karena penumpukan kolesterol disebut …… A. Albumin B. Dermatitis C. Prostatitis D. Gagal ginjal E. Batu empedu 13. Penderita gagal ginjal dapat dibantu dengan …… A. Pompa darah B. Unit dialisis C. Unit osmosis D. Pompa natrium E. Unit deplasmolisis 14. Alat ekskresi pada hewan diantaranya adalah sel api, vakuola kontraktil, nefridia, dan pembuluh malpighi, yang secara berturut-turut dimiliki oleh …… A. Planaria, cacing tanah, belalang, dan amoeba proteus B. Planaria, amoeba proteus, cacing tanah, dan belalang C. Fasciola hepatica, amoeba proteus, cacing tanah, dan belalang D. Belalang, amoeba proteus, cacing tanah, dan fasciola hepatica E. Belalang, amoeba proteus, planaria, dan cacing tanah 15. Saluran ekskresi pada ikan mas adalah ……. A. Nefridia B. Nefron C. Nefrostom D. Saluran urogenitalia E. Pembuluh malpighi Kunci jawaban 1. D 4. E 7. D 10. A 13. B 2. D 5. A 8. D 11. c 14. B 3. c 6. B 9. A 12. E 15. D Uploaded byButterChoco Muffin 0% found this document useful 0 votes32 views6 pagesDescription...Original Titlesoal ekskresiCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes32 views6 pagesSoal EkskresiOriginal Titlesoal ekskresiUploaded byButterChoco Muffin Description...Full descriptionJump to Page You are on page 1of 6Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Glikogenesis, glikogenolisis, dan glukoneogenesis adalah proses yang dilakukan tubuh untuk mempertahankan kadar glukosa atau gula darah dalam jumlah normal. Ketiga proses ini dikendalikan oleh sekresi hormon tertentu di dalam tubuh. Hormon-hormon tersebut berperan dalam menstimulasi berbagai enzim untuk bekerja dalam membentuk atau memecah glikogen, serta menghasilkan glukosa. Mari kita kenali lebih lanjut seputar proses glikogenesis, glikogenolisis, dan glukoneogenesis di dalam tubuh. Glikogenesis Glikogenesis adalah proses pembentukan glikogen dari glukosa atau gula darah. Glukosa digunakan tubuh untuk menghasilkan energi. Proses ini terjadi ketika adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah, misalnya setelah Anda makan. Peningkatan kadar glukosa dapat menyebabkan pankreas mensekresikan hormon insulin. Hormon ini kemudian menstimulasi enzim glikogen sintase untuk memulai proses glikogenesis. Pada akhir proses ini, glukosa dalam bentuk glikogen akan disimpan di dalam hati dan otot. 1. Fungsi glikogenesis Proses glikogenesis berfungsi untuk membentuk glikogen dari glukosa supaya molekul-molekul ini dapat disimpan dan digunakan di lain waktu ketika tubuh tidak memiliki glukosa yang tersedia. Simpanan glikogen tidak sama dengan lemak karena molekul ini sering digunakan di antara waktu makan, tepatnya saat kadar glukosa darah turun. Dalam kasus ini, tubuh akan mengambil cadangan glikogen untuk memproduksi glukosa melalui proses glikogenolisis. 2. Proses glikogenesis Proses glikogenesis dimulai saat sel memiliki kelebihan glukosa. Berikut adalah penjelasan seputar proses ini secara rinci. Pertama-tama, molekul glukosa berinteraksi dengan enzim glukokinase yang menambahkan gugus fosfat ke glukosa. Gugus fosfat kemudian dipindahkan ke sisi lain molekul dengan menggunakan enzim fosfoglukomutase. Enzim ketiga, yakni UDP-glukosa pirofosforilase, mengambil molekul ini dan menciptakan glukosa urasil-difosfat. Bentuk glukosa ini memiliki dua gugus fosfat beserta asam nukleat urasil. Enzim khusus, yaitu glikogenin, mengikat glukosa urasil-difosfat dengan glukosa UDP-difosfat untuk membentuk rantai pendek. Setelah sekitar delapan rantai molekul terikat bersama-sama, enzim-enzim lainnya masuk untuk menyelesaikan proses ini. Setelah itu, glikogen sintase menambah rantai dan enzim percabangan glikogen membantu membuat cabang dalam rantai. Proses ini membentuk makromolekul yang lebih padat sehingga penyimpanan energi dalam tubuh menjadi lebih efisien. Baca Juga8 Manfaat Puasa di Bulan Ramadan bagi Kesehatan Tubuh7 Manfaat Serat untuk Kesehatan dan Sumber MakanannyaManfaat Gula Aren dan Bahayanya, Apa Bedanya dengan Gula Biasa? Glikogenolisis Glikogenolisis adalah proses pemecahan molekul glikogen menjadi glukosa atau gula darah. Pada dasarnya, glikogen adalah energi yang disimpan dalam bentuk glukosa rantai panjang. Proses glikogenolisis dapat terjadi di otot dan sel hati ketika tubuh memerlukan lebih banyak produksi energi. 1. Fungsi glikogenolisis Fungsi glikogenolisis adalah memproduksi energi ketika tubuh dalam keadaan lapar dan tidak ada asupan makanan. Glikogenolisis akan memproduksi glukosa dari glikogen yang kemudian digunakan untuk memproduksi energi. Proses ini juga dapat menjaga kadar glukosa dalam darah saat Anda lapar dan tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh.. 2. Proses glikogenolisis Proses glikogenolisis diatur oleh hormon-hormon di dalam tubuh. Sinyal saraf mungkin juga berperan dalam miosit sel otot. Glikogenolisis dapat terjadi sebagai respons pada berbagai kondisi tubuh, seperti Saat kadar gula darah mengalami penurunan contohnya puasa Saat tubuh menghasilkan hormon adrenalin ketika menghadapi sebuah ancaman atau kondisi terdesak. Beberapa enzim yang berbeda dapat terlibat dalam glikogenolisis. Salah satu enzim yang terlibat dalam proses glikogenolisis adalah enzim fosforilase glikogen. Enzim fosforilase glikogen akan memutuskan ikatan yang menghubungkan glukosa dengan glikogen dengan mengganti gugus fosforil. Pada tahap ini, glikogen telah memecah glukosa berupa glukosa-1-fosfat. Enzim phosphoglucomutase kemudian mengubah glukosa-1-fosfat menjadi glukosa-6-fosfat. Ini merupakan bentuk molekul yang digunakan sel untuk membuat adenosin trifosfat ATP, yakni pembawa energi di dalam sel tubuh. Enzim percabangan glikogen memindahkan semua molekul glukosa ke cabang lain, kecuali untuk satu berada di percabangan glikogen menuju cabang lainnya. Terakhir, enzim alfa glukosidase menghilangkan molekul glukosa terakhir, yang akhirnya menghilangkan cabang molekul glukosa tersebut. Glukoneogenesis Glukoneogenesis adalah proses sintesis atau pembentukan molekul glukosa baru dari sumber-sumber selain karbohidrat. Kebanyakan proses ini terjadi di dalam hati dan sebagian kecil lainnya terjadi di korteks ginjal dan usus kecil. 1. Fungsi glukoneogenesis Fungsi glukoneogenesis adalah menjaga kadar gula darah yang sehat ketika seseorang belum makan atau dalam kondisi lapar. Kadar gula perlu dipertahankan supaya bisa digunakan oleh sel-sel untuk membuat molekul energi ATP. Ketika tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh, kadar gula darah menjadi rendah. Pada saat ini, tubuh tidak memiliki kelebihan karbohidrat dari makanan yang dapat dipecah menjadi glukosa. Dengan proses glukoneogenesis, tubuh dapat menggunakan molekul lain untuk dipecah sebagai glukosa, seperti asam amino, laktat, piruvat, dan gliserol. 2. Proses glukoneogenesis Berikut adalah rincian proses glukoneogenesis yang terjadi di dalam tubuh. Glukoneogenesis dimulai di mitokondria atau sitoplasma hati atau ginjal. Pertama-tama, dua molekul piruvat mengalami karboksilasi untuk membentuk oksaloasetat. Satu molekul ATP energi diperlukan untuk ini. Oksaloasetat kemudian direduksi menjadi malat oleh NADH sehingga dapat diangkut keluar mitokondria. Setelah keluar dari mitokondria, malat dioksidasi kembali menjadi oksaloasetat. Oksaloasetat lalu membentuk fosfoenolpiruvat menggunakan enzim PEPCK. Fosfoenolpiruvat diubah menjadi fruktosa-1,6-bifosfat, dan kemudian menjadi fruktosa-6-fosfat. ATP juga digunakan selama proses ini, yang pada dasarnya adalah glikolisis secara terbalik. Fruktosa-6-fosfat lalu diubah menjadi glukosa-6-fosfat dengan menggunakan enzim fosfoglukoisomerase. Glukosa kemudian dibentuk dari glukosa-6-fosfat dalam retikulum endoplasma sel melalui enzim glukosa-6-fosfatase. Untuk membentuk glukosa, gugus fosfat dihilangkan dan glukosa-6-fosfat beserta ATP berubah menjadi glukosa dan ADP. Itulah proses dan fungsi glukoneogenesis, glikogenesis, dan glikogenolisis. Masing-masing proses tersebut dapat berlangsung pada organ yang berbeda, dalam kondisi tubuh yang berbeda, serta melibatkan jenis enzim yang juga berbeda. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play. 0% found this document useful 0 votes25 views5 pagesOriginal TitleSoal sistem ekskresi pada manusiaCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes25 views5 pagesSoal Sistem Ekskresi Pada ManusiaOriginal TitleSoal sistem ekskresi pada manusiaJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

glukosa direabsorpsi hingga hilang dari filtrat saat berada di