gambar tersebut menunjukkan jenis rangkaian listrik yaitu
Gambartersebut menunjukkan jenis rangkaian listrik, yaitu rangkaian terbuka dan seri rangkaian tertutup dan seri rangkaian terbuka dan paralel rangkaian tertutup dan paralel YS Y. Setiaji Master Teacher Mahasiswa/Alumni Institut Teknologi Bandung Jawaban terverifikasi Jawaban jawaban yang tepat adalah A Pembahasan
HalamanUnduh untuk Gambar Tersebut Menunjukkan Jenis Rangkaian Listrik Yaitu - Brainly.co.id, klik untuk mengunduh koleksi gambar-gambar lain yang terdapat di Gambar Tersebut Menunjukkan Jenis Rangkaian Listrik Yaitu - Brainly.co.id. Pilih server untuk download Gambar. Dimensi Gambar. 819 x 1134. Besaran Gambar. 56.04 KiB
Rangkaianlistrik adalah sambungan dari bermacam-macam elemen listrik pasif seperti resistor, kapasitor, induktor, transformator, sumber tegangan, sumber arus, dan saklar. Listrik Statis Besar gaya tarik menarik atau gaya tolak menolak bisa ditentukan dengan rumus Hukum Coulomb: Dimana, = gaya tarik menarik atau tolak menolak (Newton)
Rangkaianpada Gambar 5-8 menunjukkan salah satu penyelesaian bagi masalah tersebut dan dibahas lebih mendalam dalam Contoh 5-2. 89 Gambar 5-7 Bagian khas voltmeter ac dari sebuah multimeter komersil. Gambar 5-8 Komputasi tahanan pengali dan sensitivitas voltmeter ac.
1 Sebutkan komponen-komponen listrik dan fungsinya! 2. Buatlah rangkaian listrik sederhana secara seri dengan 3 lampu, baterai, kabel, dan 1 saklar. 3. Sebutkan keuntungan dan kerugian rangkaian listrik secara seri! JAWABAN. 1. Komponen listrik : Sumber energi [baterai] : Sebagai sumber energi / arus listrik.
Frau Will Sich Mit Mir Treffen. PembahasanJenis-jenis rangkaian listrik berdasarkan cara menyusunnya dikategorikan menjadi 3, yaitu Rangkaian listrik seri, merupakan rangkaian listrik yang komponennya disusun secara berjajar. Rangkaian listrik paralel, merupakan rangkaian listrik yang komponennya disusun secara bercabang. Rangkaian listrik campuran, merupakan rangkaian listrik yang komponennya disusun secara berjajar dan rangkaian listrik berdasarkan cara menyusunnya dikategorikan menjadi 3, yaitu Rangkaian listrik seri, merupakan rangkaian listrik yang komponennya disusun secara berjajar. Rangkaian listrik paralel, merupakan rangkaian listrik yang komponennya disusun secara bercabang. Rangkaian listrik campuran, merupakan rangkaian listrik yang komponennya disusun secara berjajar dan bercabang.
Daftar isiPengertian Rangkaian ListrikJenis Rangkaian ListrikKomponen Rangkaian ListrikRumus Rangkaian ListrikContoh SoalPerbedaan Rangkaian Listrik Seri dan ParalelUntuk menunjang kehidupan sehari-hari manusia di masa modern seperti sekarang ini, tentu saja tidak lepas dari alat-alat elektronik yang membutuhkan sumber daya bagaimana rangkaian listrik bisa membantu proses kerja dari benda-benda yang dipakai oleh manusia?Berikut adalah pembahasan lengkap tentang rangkaian listrik, dari mulai pengertian, jenis-jenis, komponen, rumus, contoh soal, dan perbedaan rangkaian listrik seri dan listrik merupakan sebuah jalur atau susunan komponen elektron yang dirangkai sebagai alat yang bisa mengalirkan listrik dari sumber daya ke perangkat yang akan yang dirangkai tersebut akan mengalir pada bahan penghantar listrik yang dinamakan yang digunakan biasanya terbuat dari bahan tembaga yang bisa menghantarkan arus Rangkaian ListrikRangkaian listrik memiliki dua jenis, yaitu Rangkaian seri dan rangkaian paralel yang jika digabungkan akan menjadi sebuah rangkaian adalah penjelasan dari jenis-jenis rangkaian Seri Rangkaian seri adalah sebuah rangkaian listrik yang jalur hambatannya disusun dengan cara sejajar atau rangkaian listrik jenis seri kuat arus akan mengalir dari sumber energi listrik misalnya baterai yang berada di satu hambatan, yang kemudian melewati hambatan lain dalam satu Listrik SeriDalam rangkaian seri, setiap arus pada hambatan akan memiliki nilai yang sama karena alirannya tidak mengalir ke tempat lain ParalelRangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang mempunyai ciri hambatannya disusun secara bercabang atau rangkaian paralel aliran listrik mengalir dari baterai menuju ke arah hambatan yang titiknya tidak sejajar, ada yang ke bawah atau arah Listrik ParalelArtinya pada rangkaian ini arus listrik akan memecah dan kuat arusnya memiliki nilai yang berbeda, setiap percabangan akan menerima kuat arus yang tidak Rangkaian ListrikRangkaian listrik memiliki komponen-komponen pembentuk yang terdiri dari resistor, kapasitator, induktor, dioda, dan adalah komponen rangkaian listrik dan penjelasannya secara RResistor merupakan komponen elektronik yang memiliki fungsi atau kegunaan sebagai penghambat arus bisa menghambat arus yang dihantarkan oleh listrik sehingga sering disebut sebagai hambatan mempunyai nilai resistansi yang tidak sama sesuai dengan bahan pembuatannya. Semakin besar nilai sebuah resistor maka semakin besar pula arus listrik yang mampu CKomponen lain dari rangkaian listrik adalah kapasitator, kapasitator C merupakan komponen elektronik yang berguna untuk menyimpan arus elektron yang disimpan, suatu saat bisa dilepaskan kembali. Ruangan untuk menyimpan aliran listrik ini diberi mana kapasitansi dan mempunyai satuan satu komponen rangkaian listrik lainnya adalah induktor, Induktor merupakan komponen elektronika yang berguna untuk menyimpan tenaga bisa menyimpan medan magnet dan sering disebut induktansi yang memiliki satuan henry HDiodaKomponen pembentuk rangkaian listrik lainnya adalah dioda. Dioda memiliki fungsi untuk mengatur arus listrik ke arah yang menyearahkan listrik yang dimiliki dioda ini kemudian sering membuat dioda digunakan sebagai pengontrol arus rangkaian listrik yang terakhir adalah transistor yang memiliki tugas untuk memperkuat, mengendalikan, serta menghasilkan sinyal sering disebut sebagai komponen listrik yang memiliki sifat semi konduktor karena fungsinya yang hampir Rangkaian ListrikUntuk menghitung rangkaian listrik, dibutuhkan rumus sebagai SeriKetika ada rangkaian listrik seri yang arusnya mengalir melewati lampu 1, 2, dan 3 yang sama arusnya, maka nilai arus listrik sama, secara matematis dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikutItotal = I1 = I2 = I3 = …Sedangkan jika tegangan yang dimiliki lampu 1, 2 dan 3 berbeda, tetapi jika dijumlahkan akan sama dengan tegangan sumber, secara matematis dapat menggunakan rumus berikutVtotal = V1 + V2 + V3 + …Untuk menghitung hambatan total pada rangkaian seri, bisa menggunakan persamaan berikutRtotal = R1 + R2 + R3 + …Rangkaian ParalelDalam rangkaian listrik paralel yang memiliki arus listrik berbeda, secara matematis dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikutItotal = I1 + I2 + I3 + …Tegangan yang dimiliki rangkaian paralel yang besarnya sama, bisa dihitung menggunakan rumus berikutVtotal = V1 = V2 = V3 = …Sedangkan untuk mencari hambatan pada rangkaian listrik paralel, bisa menggunakan rumus berikut Contoh SoalSoalPerhatikan gambar berikut ini dan hitung arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut!Soal arus listrikPembahasanDari soal diatas, diketahui bahwaR1 = 2 ohmR2 = 2 ohmR3 = 2 ohmV = 3 VJawabanUntuk Mencari R paralelRp = 1 ohmRtot = 2 + 1 = 3 OhmV = I x RI = V/RI = 1 APerbedaan Rangkaian Listrik Seri dan ParalelBerikut adalah beberapa uraian tentang perbedaan rangkaian listrik seri dan seri dan paralel memiliki penggunaan yang berbeda, pada rangkaian seri hambatannya akan saling terhubung sehingga jika satu hambatan mati, hambatan lainnya juga akan mati. Sedangkan pada rangkaian listrik paralel, arusnya bisa dipisahkan dengan saklar yang rangkaian listrik paralel disusun dengan cara bersusun, sedangkan pada rangkaian seri disusun secara satu perbedaan dari rangkaian listrik seri dan paralel adalah penggunaan kabel dan saklarnya yang berbeda, pada rangkaian seri saklarnya akan berpusat, sedangkan pada rangkaian paralel saklarnya bisa pembahasan lengkap mengenai rangkaian listrik, dari mulai pengertian, jenis-jenis, komponen, rumus, contoh soal, dan perbedaan rangkaian listrik seri dan paralel. Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat.
Rangkaian terbuka adalah rangkaian yang memiliki susunan alat listrik yang terputus, sehingga arus listrik tidak dapat mengalir. Rangkaian tertutup adalah rangkaian yang memiliki susunan alat listrik yang bersambung, sehingga menyebabkan arus listrik yang mengalir. Rangkaian seri adalah rangkaian yang disusun secara berurutan tanpa cabang. Rangkaian paralel adalah rangkaian yang disusun secara bercabang. Rangkaian pada gambar di atas adalah rangkaian terbuka dan seri. Jadi, jawaban yang tepat adalah A
V -Gambar Rangkaian dasar kelistrikan. Alat ukur yang digunakan untuk pengujian atau pemeriksaan rangkaian listrik adalah a. Ampermeter untuk mengukur arus b. Voltmeter untuk mengukur tegangan antara dua terminal pada rangkaian. Ada 2 dua cara untuk menerangkan aliran arus listrik pada rangkaian, yaitu a. Teori konvensional Aliran listrik mengalir dari terminal positif + ke negatif - dari sumber listrik. b. Teori elektron Aliran listrik mengalir dari terminal negatif - ke terminal positif + melalui rangkaian. Kedua rangkaian di atas dapat digunakan, tetapi yang umum digunakan adalah cara Konvensional. C. Jenis-Jenis Rangkaian Listrik. Di dalam rangkaian listrik, kita mengenal dua macam hubungan yang baku, yaitu hubungan seri dan hubungan paralel Bila dijumpai ada bentuk lain, maka pada dasarnya itu merupakan variasi dari hubungan seri dan ini akan diuraikan bentuk hubungan seri, paralel, dan seri paralel lengkap dengan rumus dan perhitungannya dalam bentuk arus searah DC. 1. Hubungan Seri Yang dimaksud dengan hubungan seri adalah rangkaian beberapa lampu yang dihubungkan secara berderet satu sama lain, sehingga arus mengalir secara beranting dimulai dari yang pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Gambar di bawah ini memperlihatkan bentuk hubungan seri sebuah batere dengan tiga lampu. + _ Gambar Pemasangan hubungan seri pada lampu 1. Rangkaian tiga lampu dalam hubungan seri dengan batere 2. Bagan hubungan seri Selain pada lampu, hubungan seri pun sering diterapkan dalam pemasangan sel-sel sumber listrikdari prinsip kimia. Misalnya Jika beberapa sel-sel batere dihubungkan secara berderet satu sama lain, dimana bagian positif dari sel pertama, dihubungkan dengan bagian negatif dari sel kedua, selanjutnya bagian bagian positif dari sel kedua dihubungkan dengan bagian negatif dari sel ketiga, maka kita dapatkan tiga sel dalam hubungan secara seri. + _ Gambar Pemasangan hubungan seri pada sel Dari uraian di atas, dapatlah diambil suatu pengertian bahwa dalam hubungan seri masing-masing bagian yang dilalui arus listrik merupakan penghantar bagi sebagian yang lainnya. Oleh karena itu bila tiga lampu yang dihubungkan secara seri dengan sebuah sel, dan salah satu lampunya putus atau dilepas, maka terputuslah hubungan seri itu sehingga lampu-lampu lainnya pun akan ikut tidak menyala. Gambar Rangkaian tertutup dengan tiga buah lampu dalam keadaan menyala S Gambar Rangkaian tertutup dengan 2 buah lampu, penghantar dilepas, rangkaian terputus. Di dalam rangkaian tertutup yang dihubungkan secara seri dengan aliran arus disembarang tempat dalam rangkaian adalah sama. Sedangkan jumlah tegangan dan jumlah hambatan dapat berubah -ubah. Untuk mengetahui jumlah tegangan dan jumlah hambatan pada rangkaian seri dapat menggunakan rumus Jumlah Tegangan E Total = E1 + E2 + E3 + .... En Jumlah Hambatan R Total = R1+ R2 + R3 + .... Rn Keterangan E Total = Jumlah semua sumber listrik yang mengakibatkan tegangan R Total = Jumlah semua hambatan E1/ E2/ E3 = Tegangan setiap komponen R1/ R2/ R3 = Hambatan setiap komponen En = Tegangan pada n buah komponen Rn = Hambatan pada n buah komponen Contoh soal. 1. Hitunglah jumlah tegangan yang dihasilkan pad a pemasangan seri 4 buah batere yang bertegangan masing-masing 1,5 volt. Jawab E Total = E1 + E2 + E3 + E4 = 1,5 + 1,5 + 1,5 + 1,5 = 6 Volt 2. Hitunglah jumlah hambatan yang dihasilkan pada pemasangan seri 3 buah resistor yang bernilai 4 Ohm, 6 Ohm, dan 8 Ohm ! Jawab R Total = R1 + R2 + R3 = 4 + 6 + 8 = 18 Ohm Berdasarkan uraian di atas, maka dapatlah diambil suatu kesimpulan 1. Jumlah tegangan dari sejumlah sumber listrik yang dihubungkan seri adalah jumlah dari masing-masing tegangan 2. Jumlah hambatan dari sejumlah resistor yang dihubungkan seri adalah jumlah dari masing-masing hambatannya. 3. Arus dalam rangkaian seri adalah sama pada semua bagian-bagian rangkaian. Ini ditetapkan oleh rumus I Total = I1 = I2 = I n I Total = Jumlah arus seluruhnya I1 / I2 = Arus melalui hambatan 1 dan 2 In = Arus melalui hambatan ke n. Misalnya Bila sebuah batere mengalirkan arus 6 amper pada tiga hambatan yang dihubungkan seri, maka R1 , R2 dan R3 akan mendapatkan arus yang sama yaitu sebanyak 6 amper. Perhatikan gambar berikut ini A A - + Gambar Amper meter menunjukkan angka yang sama dalam rangkaian seri Di dalam rangkaian listrik tidak selamanya dipasang resistor sebagai hambatan, tetapi rangkaian harus mempunyai beban yang menghasilkan hambatan. Beban-beban ini mungkin berupa motor-motor listrik, lampu-lampu, atau alat-alat yang menggunakan listrik lainnya. Beban ini sebaiknya kita perhitungkan sebagai hambatan atau resistor. Oleh karena itu kita harus mengetahui berapa Ohm nilai hambatan yang dimiliki oleh masing-masing alat listrik ters ebut. Pada perhitungan listrik, bila arus mengalir melalui sebuah beban hambatan listrik, maka akan terjadi kehilangan tegangan listrik, atau sering pula disebut tegangan rugi. Keadaan seperti di atas sama dengan apa yang terjadi pada air, d imana tekanan air keluar dari pipa yang jauh dari sumbernya akan lebih rendah daripada tekanan air yang keluar dari pipa yang dekat dengan sumbernya. Perhatikan gambar di bawah ini. Air A B C Gambar Perbedaan tekanan pada air Tekanan air yang keluar dari lubang C lebih rendah dari tekanan yang keluar dari lubang B dan A. Contoh soal. 1. E= 220 v R1= 17 ohm R2= 10 ohm R3= 13 ohm Gambar Seri-paralel resistor Diketahui E = 220 Volt ; R1 = 17 Ohm ; R2 = 10 Ohm R3 = 13 Ohm Ditanyakan Berapakah arus yang mengalir I ? Jawab R Total = R1 + R2 + R3 = 17 + 10 + 13 = 40 Ohm. E I = R 220 I = I = 5,5 Amper. 40 2. Diketahui dua lampu memiliki tahanan dalam, masing-masing 7 Ohm dan 5 Ohm dipasang seri dengan batere yang bertegangan 6 Volt. Berapakah tegangan yang terdapat pada kedua lampu tersebut ? Selanjutnya lihat gambar berikut. + _ Jawab Gambar Hubungan seri dua buah lampu Jumlah hambatan dalam semua lampu adalah R Total = R1 + R2 = 7 + 5 = 12 Ohm Besar arus dalam rangk aian adalah E 6 1 I = = = = 0,5 Amper. R 12 2 Tegangan pada kedua lamp u adalah E1 = I x R1 = 0,5 x 7 = 3,5 Volt E2 = I x R2 = 0,5 x 5 = 2,5 Volt. Et = E1 + E2 = 3,5 + 2,5 = 6 Volt. Dari uraian di atas, maka gambar di atas dapat di buat menjadi + - atau + -Tugas 2 12 V 5 1 1 4 Ghambar Tahanan dalam lampu Diketahui E = 12 Volt ; R1 = 2 Ohm, R2 = 5 Ohm, R3 = 4 Ohm, R4 = 1 Ohm Ditanyakan 1 Berapakah arus yang mengalir pada rangkaian I ? 2 Berapakah tegangan pada masing-masing tahanan ? 2. Hubungan Paralel. Jika beberapa lampu dihubungkan dalam dua jepitan yang sama, maka lampu-lampu tersebut dinamakan sebagai hubungan paralel atau hubungan sejajar. Perhatikan gambar berikut Gambar + X X X -Gambar Baga rangkaian Paralel tiga lampu dengan batere. Dalam pemasangan batere atau sel yang dihubungkan secara paralel haruslah bagian positif dihubungkan ke bagian positif. Sedangkan bagian negatif dihubungkan ke bagian negatif. Dalam hal ini masing-masing batere/sel haruslah mempunyai tegangan yang sama. Perhatikan gambar berikut + + + X Gambar Rangkaian paralel tiga batere dengan lampu dan bagannya. Berbeda dengan rangkaian seri, pada rangkaian paralel walau pun terjadi pemutusan hubungan pada salah satu cabang tidak akan mengganggu rangkaian, kecuali pada rangkaian yang diputuskan. Pemutusan hubungan pada rangkaian paralel akan mengakibatkan arus akan berhenti dalam cabang yang dibuka diputuskan hubungannya saja. Hal ini akan dapat menghasilkan arus dari batere dikurangi oleh suatu pemutusanhubungan dalam setiap cabang dari rangkaiannya. Gambar Walau pun ada lampu yang dilepas, dalam rangkaian paralel tidak akan mengganggu rangkaian lampu lainnya. Apabila lampu kita ibaratkan hambatan, maka arah arusnya dapat digambarkan sebagai berikut + - R1 R2 R3 Gambar Arah aliran arus menurut perjanjian ditunjukkan oleh pa nah pada rangkaian paralel. Dalam kenyataanya bagan dari gambar di atas dapat dihubungkan langsung pada batere. Perhatikan gambar berikut R 1 R 2 R 3 + _ Gambar Dari gambar di atas dapatlah disimpulkan bahwa jika tegangan batere misalnya 6 Volt, maka hambatan R1, R2, dan R3 punmendapat tegangan masing-masing 6 Volt. Dengan demkian bisa disimpulkan bahwa tegangan yang melintasi masing-masing cabang dari rangkaian paralel adalah sama seperti tegangan sumbernya. Untuk memahami pembagian arus pada setiap rangkaian paralel dapat pula menggunakan pompa air dalam pipa tertutup yang dihubungkan secara paralel. Perhatikan gambar di bawah ini I .1 I 2 I .3 Gambar Pompa air dalam pipa tertutup. Arus I terbagi menjadi I1, I2, dan I3. Tekanan air yang dihasilkan oleh pomnpa adalah sama dalam menekan air dalam pipa. Namun jumlah aliran air secara keseluruhan terbagi dalam cabang-cabang. Makin lebar pipa itu makin banyak air yang dapat leawat, karena pipa yang lebar memiliki hambatan yang kecil dan pipa yang kecil / sempit memiliki hambatan yang besar. Hal yang sama berlaku pula untuk suatu rangkaian listrik. Selanjutnya perhatikan bagan dari tiga buah resistor hambatan yang dipasang paralel ini. R R R A A A Gambar Tegangan jepit dimasing-masing resistor adalah sama. Dari gambar di atas didapat; Tegangan jepit masing-masing resistor adalah sama E = E1 = E2 = E3. Jumlah arus adalah jumlah dari arus pada masing-masing resistor I = I1 + I2 + I3 Arus yang melalui resistor berbanding terbalik dengan hambatannya, karena E E E I1= ; I2= ; I3= dst. R1 R2 R3 Rumus di atas adalah hasil penggunaan rumus umum E = I x R . Dalam rangkaian gambar di atas, sebenarnya R1, R2, dan R3 dapat diganti dengan R Pengganti. Untuk mencari R pengganti Rp, dapat kita hitung sebagai berikut I = I1 + I2 + I3 E = I Rp E E E E = + + atau Rp R1 R2 R3 I I I I = + + atau Rp R1 R2 R3 1 Rp = 1 1 1 + + R1 R2 R3 Definisi 1. Jumlah hambatan dari sejumlah resistor yang dihubungkan paralel adalah kebalikan dari jumlah masing-masing hambatan. 2. Beberapa batere yang dihubungkan secara paralel mempunyai tegangan sama dengan tegangan satu batere. Tetapi jumlah arusnya sama dengan perkalian dari jumlah arus pada batere. Perhatikan gambar berikut ini + + + _ _ _ R Gambar Perbedaan arus pada setiap bagian Contoh soal Diketahui tiga buah batere masing-masing bertegangan 1,5 Volt dihubungkan secara seri dengan sebuah resistor yang memiliki hambatan 1,25 Ohm . Berapakah arus yang mengalir pada rangkaian ini ? + + + _ _ _ R A Gambar Tiga buah batere paralel Jawab Tegangan total E = 1,5 Volt E 1,5 Arus total I I = = 1,2 Ampere R 1,25 Arus dalam tiap batere 1 1 I1 = I2 = I3 = x I = x 1,2 = 0,4 Ampere 3 3 Tugas Hitunglah besarnya arus I yang mengalir pada rangkaian hubungan paralel berikut dengan menggunakan rumus E It = Rtp Rtp = Tahanan total pada rangkaian paralel. + 6 3 12 V _ Gambar Resistor paralel 3. Hubungan Seri Paralel. Hubungan seri paralel adalah gabungan dari 2 dua jenis rangkaian dimana dalamn rangkaian tersebut disamping ada rangkaian seri terdapat pula rangkaian paralel. Gambar rangkaian di bawah ini menunjukkan rangakaian campuran. Tahanan yang bernilai 2 dihubungkan seri terhadap tahanan paralel 6 dan 3 . 2 R 1 + R2 6 R3 3 12 V _ Gambar Rangkaian seri paralel. Arus total yang mengalir pada rangkaian sama dengan tegangan sumber dibagi dengan tahanan total E It = R t Untuk mencari tahanan total pada rangkaian paralel di atas adalah sebagai berikut 1 1 1 = + Rp R2 R3 1 1 1 = + Rp 6 3 1 1 2 = + Rp 6 6 1 3 = Rp 6 6 Rp = = 2 Ohm 3 55 Untuk mencari nilai tahanan seluruhnya adalah sebagai berikut Rt = R1 + Rp Rt = 2 + 2 = 4 Ohm Langkah selanjutnya, untuk menghitung arus total It adalah sebagai berikut E It = R t 12 It = = 3 Amper 4 Untuk mencari tegangan jepit pada tahanan pertama R1 digunakan rumus E1 = It x R1 E1 = 3 x 2 E1= 6 Volt. Untuk menghitung tegangan jepit pada tahanan R2dan R3 digunakan rumus Ep = I x Rp Ep = 3 x 2 Ep = 6 Volt. Untuk mencari arus yang mengalir melalui tahanan R2, menggunakan rumus Ep I1 = R2 6 I1 = 6 I1 = 1 Amper Untuk mencari besarnya arus yang mengalir pada tahanan R3, menggunakan rumus Ep 6 I2= = - = 3 Ampere R3 2 Jadi arus yang mengalir pada tahanan R1 sama dengan jumlah arus yang mengalir pada tahanan R2dan R3. Hal ini sesuai dengan bunyi “ Hukum Kirchoff I” , yang mengatakan bahwa arus yang masuk pada satu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang tersebut.
Rangkaian listrik adalah sebuah instalasi yang berfungsi sebagai jalur lintasan untuk arus listrik. Gunanya yaitu sebagai media untuk mendistribusikan arus listrik dengan bantuan kabel sebagai penghantarnya. Kali ini, kita akan membahas tuntas mengenai apa itu rangkaian listrik? Mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, rumus, perbedaan jenis-jenis rangkaian listrik serta penjelasannya lengkap. Simak ulasan selengkapnya mengenai rangkaian listrik berikut ini! apa yang dimaksud dengan rangkaian listrik Rangkaian listrik merupakan media yang berfungsi sebagai jalur lintasan agar arus listrik dapat mengalir. Disinilah peran penghantar diperlukan, yakni supaya arus listrik bisa mengalir ke komponen tertentu. Penghantar atau konduktor dalam hal ini biasanya menggunakan kabel sebagai medianya. Jadi, kabel disini memiliki peran sebagai media yang digunakan untuk menghantarkan arus listrik. Dimana dengan bantuan kabel, maka arus listrik dapat mengalir dan didistribusikan pada seluruh rangkaian. Setelah itu akan disambungkan dengan perangkat elektronik yang membutuhkan. Seberapa panjang kabel nantinya bisa menentukan luas jangkauan aliran listrik ke suatu tempat. Prinsip Kerja Rangkaian Listrik gambar rangkaian listrik Untuk dapat disebut sebagai rangkaian listrik, maka sebuah instalasi harusnya memenuhi beberapa standar yang berlaku. Adapun cara kerja yang berlaku pada sebuah rangkaian listrik adalah sebagai berikut Rangkaian listrik membutuhkan sumber tegangan. Dimana sumber tegangan ini fungsinya adalah untuk menghasilkan arus listrik. Rangkaian listrik harus memiliki beban yang nantinya akan di supply dari sumber tegangan menuju perangkat lain. Selanjutnya, rangkaian listrik harus memiliki konduktor yang berfungsi untuk menghantarkan arus dari sumber tegangan menuju perangkat lain yang membutuhkan. Untuk dapat menyalakan perangkat elektronik, rangkaian listrik haruslah berbentuk sebuah rangkaian yang tertutup. Jenis – jenis Rangkaian Listrik Gambar jenis rangkaian listrik Sebutkan jenis-jenis rangkaian listrik serta penjelasannya? Berdasarkan jenis atau macamnya, instalasi listrik ini dibedakan menjadi 3 jenis rangkaian listrik, diantaranya adalah Rangkaian seri. Rangkaian paralel. Rangkaian campuran. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai ketiganya, berikut akan kami bahas dengan lebih spesifik jenis rangkaian tersebut. 1. Rangkaian Listrik Seri gambar rangkaian listrik seri Jenis instalasi yang pertama adalah rangkaian listrik seri. Model yang satu ini bisa dibilang memiliki bentuk yang paling sederhana dibandingkan dengan yang lainnya. Mengapa bisa demikian? Hal tersebut dikarenakan pada rangkaian seri, setiap komponen-komponennya akan dirangkai secara berurutan dan dalam satu garis lurus. Jadi pada rangkaian tersebut, Anda tidak akan menemukan susunan yang bercabang pada instalasinya. Adapun beberapa karakteristik yang sering ditemukan pada rangkaian listrik seri diantaranya adalah Model susunan jenis rangkaian listrik seri relatif lebih mudah karena tidak terdapat percabangan. Karena tidak memiliki percabangan, metode penyusunan rangkaian ini biasanya tetap berada dalam satu jalur. Arus yang mengalir pada rangkaian seri nilainya adalah sama. Artinya tegangan masuk dan keluarnya memiliki jumlah yang tetap. Apabila ada jalur yang terputus, maka seluruh lintasan akan terhenti atau tidak dapat beroperasi. 2. Rangkaian Listrik Paralel gambar rangkaian listrik paralel Model instalasi listrik yang berikutnya adalah rangkaian listrik paralel. Untuk instalasi paralel, metode penyusunannya juga diposisikan secara sejajar. Namun bedanya, rangkaian tersebut memungkinkan untuk memiliki beberapa titik percabangan. Meskipun penyusunannya tidak sesederhana rangkaian seri. Namun sistem paralel ini memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan dengan versi yang sebelumnya. Oleh karenanya, pemakaiannya pun lebih populer dan banyak digunakan. Adapun karakteristik untuk rangkaian listrik paralel antara lain adalah Jenis rangkaian listrik ini disusun dalam posisi sejajar dan memiliki beberapa titik percabangan. Secara teknis, metode penyusunan untuk jenis rangkaian listrik ini lebih rumit dibandingkan dengan instalasi seri. Karena memiliki beberapa titik percabangan, maka jumlah arus yang mengalir pada masing-masing cabang nilainya tidak sama. Instalasi pararel akan menghasilkan arus dengan nilai yang berbanding terbalik dengan hambatannya. Hambatan total yang dihasilkan pada jenis rangkaian ini biasanya jumlahnya lebih kecil. Terutama jika dibandingkan dengan hambatan yang terdapat pada cabang penyusun instalasi paralel. 3. Rangkaian Listrik Campuran gambar rangkaian listrik campuran Rangkaian listrik campuran bisa dikatakan sebagai inovasi perpaduan antara dua macam rangkaian listrik sebelumnya. Jadi, versi ini merupakan penggabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jenis rangkaian listrik ini, berikut beberapa karakteristik dari rangkaian listrik campuran adalah Model penyusunan untuk instalasi campuran merupakan perpaduan dari rangkaian paralel dan seri. Jenis rangkaian listrik ini memiliki susunan yang paling rumit dibandingkan dengan instalasi seri maupun paralel. Lebih unggul dan fleksibel. Inilah mengapa jenis rangkaian ini terbilang paling sering digunakan karena dapat menyesuaikan dengan jenis medan yang ada. Mempunyai hukum yang berlaku pada rangkaian seri maupun paralel. Hal ini dipengaruhi juga oleh komponen penyusunnya. Macam-Macam Rangkaian Listrik gambar rangkaian listrik terbuka dan tertutup Arus listrik baru dapat digunakan apabila terhubung dalam sebuah rangkaian listrik dengan perantara suatu penghantar. Berdasarkan kondisinya, terdapat dua macam jenis instalasi listrik, diantaranya adalah rangkaian listrik terbuka dan tertutup. Apa perbedaan antara rangkaian listrik tertutup dan terbuka jelaskan? Oke langsung saja, simak perbedaan dari kedua jenis rangkaian listrik melalui penjelasan yang ada dibawah ini. 1. Rangkaian Listrik Terbuka Rangkaian listrik terbuka merupakan kondisi dimana kutub positif dan negatifnya tidak saling tersambung. Karena arus listrik pada rangkaian tidak terhubung, maka pada kondisi tersebut bola lampu listrik tidak akan menyala 2. Rangkaian Listrik Tertutup Pada rangkaian tertutup arus listrik mengalir melalui perantara kabel. Inilah mengapa nantinya kutub positif dan negatifnya akan saling terhubung satu sama lain. Oleh karenanya, ketika rangkaian listrik dalam keadaan tertutup maka lampu bohlam akan menyala. Nah, itulah perbedaan antara rangkaian listrik tertutup dan terbuka yang bisa Anda pahami. Selanjutnya, kita akan mengetahui berbagai macam rumus rangkaian listrik, agar kita bisa tahu bagaimana cara menghitungnya. Rumus Rangkaian Listrik gambar rumus rangkaian listrik Tahukah Anda, bahwa rangkaian listrik ini ternyata bisa juga dihitung. Nah tentu saja bukan sekedar perkiraan, ada rumus khusus untuk penghitungan daya yang berlaku pada rangkaian listrik. Langkah awal yang perlu dilakukan yakni mengetahui rumus rangkaian listrik itu sendiri. Berikut ini penjelasan mengenai rumus dari setiap jenis rangkaian listrik. 1. Rumus Rangkaian Listrik Seri Untuk instalasi dengan model seri, kebanyakan nilai dari kuat arus listrik yang mengalir mempunyai kesamaan porsi. Mudahnya yakni jumlah arus masuk dan keluarnya bernilai tetap. Jika dijabarkan dalam sebuah rumus, berikut ini cara penghitungannya. gambar rumus rangkaian listrik seri 2. Rumus Rangkaian Listrik Paralel Berbeda dari rangkaian seri, justru nilai dari kuatnya arus listrik yang mengalir akan mempunyai nilai berbeda. Hal ini terutama berlaku pada setiap cabang yang dilalui nantinya. Intinya, pada setiap cabang yang ada akan mempunyai nilai dengan besaran berbanding terbalik dengan kuat arusnya. Dari cara kerjanya di atas, maka rumus untuk rangkaian listrik paralel adalah sebagai berikut gambar rumus rangkaian listrik paralel 3. Rumus Rangkaian Listrik Campuran Rumus rangkaian listrik campuran menggunakan hukum yang berlaku pada rangkaian seri dan paralel. Apabila dijabarkan, rumusnya adalah sebagai berikut gambar rumus rangkaian listrik campuran Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel Pada rangkaian seri dan paralel, keduanya dibedakan oleh rumus mencari hambatan total. Sementara untuk mencari kuat arus I dan tegangan v totalnya sama. Berikut ini rumus rangkaian seri dan paralel yang bisa Anda pelajari. Keterangan Itotal = kuat arus listrik total A I1 = kuat arus listrik 1 A I2 = kuat arus listrik 2 A I3 = kuat arus listrik 3 A Rumus di atas digunakan untuk mencari besar kuat arus listrik total I. Sedangkan untuk menghitung tegangan total pada rangkaian dapat dicari dengan rumus berikut ini. Keterangan Vtotal = tegangan total V V1 = tegangan 1 V V2 = tegangan 2 V V3 = tegangan 3 V Kesimpulan Rangkaian listrik adalah model instalasi listrik yang bentuknya terdiri dari rangkaian paralel, seri serta gabungan antara seri dan paralel yang biasa disebut dengan rangkaian campuran. Jadi tidak mengherankan jika hukum atau cara kerjanya masih bergantung pada rangkaian penyusunnya. Untuk melakukan penghitungan besarnya tahanan yang terdapat pada rangkaian seri, paralel dan campuran. Maka Anda harus melakukan penghitungan sesuai dengan rumus diatas. Yaitu terlebih dahulu melakukan penghitungan terhadap masing-masing rangkaian. Setelah itu, sederhanakanlah rangkaian tersebut sehingga nantinya akan ditemukan nilai tahanan akhir tunggal yang dihasilkan dari rangkaian keseluruhan. Nah, itulah materi kali ini mengenai apa itu rangkaian listrik? Mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, rumus, perbedaan jenis-jenis rangkaian listrik serta penjelasannya yang lengkap. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di materi elektro selanjutnya.
gambar tersebut menunjukkan jenis rangkaian listrik yaitu